Selasa , 20 Agustus 2019

Selayang Pandang

Pada sebuah tempat, di bawah rindang deret pohon Waru yang ranting dan dedaunannya berderak diterpa angin yang datang dari laut Jawa, segerombolan manusia berkumpul, minum kopi, ngobrol sana-sini, dan bersepakat membentuk sebuah KOMUNITAS NGISORWARU for social works.

Ngumpul-ngumpul sambil minum kopi di kedai kopi tidak bisa dipandang hanya dari sudut negatif. Pasalnya, hanya dari sekadar cangkrukan di kedai kopi, beberapa pemuda di Desa Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang, kini justru memiliki komunitas peduli anak yatim piatu. Komunitas Ngisor Waru namanya.

Nama Ngisor Waru diambil dari nama tempat nongkrong komunitas tersebut. Sebuah kedai kopi yang berada persis di bawah pohon waru, bilangan Jalan Pelabuhan, Tasikagung, Rembang menjadi asal muasal terbentuknya komunitas itu.

komunitas yang berdiri pada Maret 2012 tersebut memberikan santunan kepada yatim piatu dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang. Bahkan, ada beberapa anak yatim dari Kediri, Solo, Semarang, Pati, Batam, dan Jakarta yang mendapatkan santunan serupa.

Sekretaris Komunitas Ngisor Waru, Haji Umadin mengatakan, perbulan yatim piatu tersebut tersantuni masing-masing  Rp100 ribu. Santunan tersebut diberikan agar dapat sedikit meringankan beban yatim piatu.

“Kami juga memberikan bantuan pengobatan kepada anak yatim yang menderita sakit di Rumah Sakit. Yang demikian, kami menyantuni Rp500ribu hingga satu juta rupiah,” ujar dia.

Komunitas tersebut, imbuh Umadin, terlecut dari keprihatinan warga akan tingginya masalah sosial khususnya yang dialami anak yatim piatu. “Alhamdulillah, donaturnya pun tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Rembang, tetapi juga dari Jakarta, Medan, Bekasi, Denpasar, Lampung, Palembang, Semarang, dan Tangerang,” ungkapnya.

Dermawan yang hendak menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak yatim piatu bisa menyalurkannya melalui rekening BRI atas nama Komunitas Ngisor Waru dengan nomor 137001000401539.

Penasehat Komunitas Ngisor Waru, KH Ahmad Nawawi Kholil menambahkan, ke depan, komunitas akan melebarkan sayap santunannya kepada para dhuafa di Kabupaten Rembang.

“Anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa harus tetap mengenyam pendidikan. Membantu mereka tidak sulit; tinggal menyisihkan uang belanja yang kurang bermanfaat untuk mereka,” terang dia.

Selain menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pihaknya juga merencanakan membangun panti asuhan beserta sarana dan prasarana penunjang kegiatan,” jelasnya.

2 comments

  1. Lanjutkan kak, amin

  2. Mohon doanya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *